logo gundar

logo gundar

Minggu, 18 Oktober 2015

ETIKA BISNIS


Nama : Imas Mayawatti
NPM : 23212653
Kelas : 4EB09 

ETIKA BISNIS 

A. Pengertian Etika Bisnis

      Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “ethos” yang memiliki arti : kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, dan cara berpikir. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. 

Bisnis merupakan keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau badan secara teratur dan terus menerus dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

   Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

     Secara filosofi etika bisnis merupakan cabang dari etika umum, banyak orang mengartikan etika bisnis sebagai moral bisnis. Etika bisnis pada dasarnya juga merupakan bagian dari etika sosial dan pedoman-pedoman moral pada umumnya. Hanya saja sifatnya spesifik dan khusus menyangkut kegiatan produksi, distribusi dan kosumsi saja.

Pelanggaran etika bisnis adalah penyimpangan standar – standar nilai (moral) yang menjadi pedoman atau acuan sebuah perusahaan (manajer dan segenap karyawannya) dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik.

     Etika bisnis bisa berarti nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku bagi praktek bisnis. Tindakan yang bertentangan dengan etka bisnis dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum. Pengertian perbuatan yang melawan hukum dikemukakan dalam pasal 1365 KUH Perdata.


B. Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Menciptakan Etika Bisnis

Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
  1. Produk yang baik
  2. Managemen yang baik
  3. Memiliki Etika

C. Peranan, Manfaat, dan Tujuan Etika Bisnis 

     Peranan etika bisnis dalam mengatur kehidupan berwirausaha saat ini sangat diperlukan mengingat banyaknya praktek – praktek kecurangan yang sering dilakukan oleh wirausaha dalam mencapai keuntungan yang semaksimal mungkin, sehingga diperlukan adanya aturan – aturan yang dapat menjadi pembatas yang dapat mengurangi berbagai macam persaingan yang tidak sehat yang kerap dilakukan oleh wirausaha yang tidak bertanggung jawab.

     Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

     Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

    Adapun tujuan dari etika bisnis ini adalah agar para pelaku bisnis sadar dengan jelas mengenai dimensi etis suatu usaha, mampu belajar mengenai bagaimana mengadakan pertimbangan yang baik, etis maupun ekonomis, dan mampu melakukan pertimbangan etis dalam setiap kebijaksanaan yang diterapkan di perusahaan.

Ada beberapa pokok-pokok etika bisnis, yaitu:
a. Beberapa sikap langsung terhadap pekerjaannya.
Dapat disebut juga nilai-nilai seperti pelayanan pelanggan, loyalitas terhadap perusahaan, efisiensi organisatoris, keberhasilan dan produktivitas tinggi. 
b. Tanggung Jawab Lebih Luas.
Pemimpin perusahaan secara spontan memperhatikan serta merasa bertanggung jawab atas atau terhadap semua pihak, dan juga perlu memiliki perasaan tanggung jawab menyeluruh yang jauh melampaui segi untung rugi material langsung perusahaannya. 
c. Beberapa bisnis supaya dapat menjadi efektif harus dirumuskan secara kongkrit.
Orang-orang bisnis sendiri harus merumuskan tantangan-tantangan etika yang dihadapi dan menyepakati sikap-sikap mana yang hendak diambil. 
d. Sikap-sikap Pribadi.
Kejujuran dan tanggung jawab serta perinciannya dalam cara sebuah perusahaan melakukan bisnisnya mengandaikan bahwa mereka yang menentukannya, memiliki sikap moral atau karakter yang sesuai. Sikap-sikap itu adalah masalah mutu orang yang bersangkutan sebagai manusia.

D. Prinsip Etika Bisnis
Secara umum,prinsip-prinsip etika bisnis, meliputi:

a. Prinsip Otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Orang yang otonom adalah orang yang tidak hanya sadar akan kewajibannya dan bebas mengambil keputusan dan tindakan berdasarkan kewajibannya, melainkan orang yang bersedia mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakannya serta dampak dari keputusan dan tindakan itu.

b. Prinsip Kejujuran
  • Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak
  • Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding
  • Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan 

c. Prinsip Keadilan
Prinsip yang menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

d. Prinsip Saling Menguntungkan (mutual benefit principle)
Prinsip yang menuntut agar bisnis dijalan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.

e. Prinsip Integritas Moral
Prinsip yang dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dalam menjalankan bisnisnya tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya.


E. Perlindungan Konsumen dalam Etika Bisnis

Azas dan Tujuan Perlindungan Konsumen, yaitu :

1) Asas Manfaat

Mengamanatkan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan.

2) Asas Keadilan

Partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memperoleh haknya dan melaksanakan kewajibannya secara adil.

3) Asas Keseimbangan

Memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materiil ataupun spiritual.

4) Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen

Memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalarn penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau digunakan;

5) Asas Kepastian Hukum

Baik pelaku usaha maupun konsumen mentaati hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen, serta negara menjamin kepastian hukum.


F. Contoh Kasus Pelanggaran Etika Bisnis


Kasus Penarikan Produk Obat Anti-Nyamuk HIT


    Obat anti-nyamuk HIT yang diproduksi oleh PT Megarsari Makmur dinyatakan ditarik dari peredaran karena penggunaan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Sebelumnya Departemen Pertanian, dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi mendadak di pabrik HIT dan menemukan penggunaan pestisida yang mengganggu kesehatan manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung. Diklorvos sangat berpotensi menyebabkan kanker hati, menghambat pertumbuhan organ, kematin janin, merusak kemampuan reproduksi dan merusak produksi dan kualitas air susu ibu

     HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos (zat turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia). Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan melaporkan PT Megarsari Makmur ke Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu seorang pembantu rumah tangga yang mengalami pusing, mual dan muntah akibat keracunan, setelah menghirup udara yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk HIT.

Jika dilihat menurut UUD, PT Megarsari Makmur sudah melanggar beberapa pasal, diantaranya : 

  • Pasal 4, hak konsumen adalah :
Ayat 1 : “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”

Ayat 3 : “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”

PT Megarsari tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan mengurangi biaya produksi HIT. 

  • Pasal 19 :
Ayat 1 : “Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan”

Ayat 2 : “Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”

Ayat 3 : “Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi”. 

Sehingga atas pelanggaran ini, PT Megasari diminta menarik seluruh produknya dalam waktu dua bulan. PT Megasari terancam sanksi berupa denda sebesar Rp 2 miliar dan atau kurungan penjara lima tahun.


ANALISIS: 

     PT. Megarsari Makmur sudah melakukan perbuatan yang sangat merugikan dengan memasukkan 2 zat berbahaya yang berdampak buruk pada konsumen yang menggunakan produk mereka. Pelanggaran Prinsip Etika Bisnis yang dilakukan oleh PT. Megarsari Makmur yaitu Prinsip Kejujuran dimana perusahaan tidak memberikan peringatan kepada konsumennya mengenai kandungan yang ada pada produk mereka yang sangat berbahaya untuk kesehatan dan perusahaan juga tidak memberi tahu penggunaan dari produk tersebut yaitu setelah suatu ruangan disemprot oleh produk itu semestinya ditunggu 30 menit terlebih dahulu baru kemudian dapat dimasuki /digunakan ruangan tersebut.

  Untuk menekan biaya produksi produk, PT Megasari Makmur ingin mendapatkan laba yang besar dengan mengesampingkan aspek kesehatan konsumen dan membiarkan penggunaan zat berbahaya dalam produknya. Dalam kasus HIT ini, perusahaan sengaja menambahkan zat diklorvos untuk membunuh serangga padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat tersebut bila dihisap oleh saluran pernafasan dapat menimbulkan kanker hati dan lambung. 

    Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya boleh dilakukan asal tidak merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya. Perusahaan seharusnya lebih mementingkan keselamatan konsumen yang menggunakan produknya, karena dengan meletakkan keselamatan konsumen diatas kepentingan perusahaan maka perusahaan itu sendiri akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena kepercayaan / loyalitas konsumen terhadap produk itu sendiri.

    Etika bisnis sangat diperlukan dalam berbisnis. Dengan memiliki etika dalam berbisnis, tidak akan ada pihak yang dirugikan dan menjadi korban. Begitupun sebaliknya, jika perusahaan tidak menerapkan etika dalam berbisnis, maka selain menimbulkan adanya pihak yang dirugikan, hal ini juga dapat mengakibatkan citra buruk masyarakat terhadap perusahaan. 



DAFTAR PUSTAKA

Agus Arijanto. 2011. “Etika Bisnis bagi Pelaku Bisnis: Cara Cerdas dalam Memahami Konsep dan Faktor-Faktor Etika bisnis dengan Beberapa Contoh Praktis”. Jakarta: Grafindo

DR.A. Sonny Keraf. 1998. “Etika Bisnis; tuntutan dan Relevansinya”. Jakarta: Kanisius

http://www.megasari.co.id/index.aspx?id=2

http://elizabethtiaa.blogspot.co.id/2014/10/etika-bisnis-pada-pt-megasari-makmur.html

http://fennyfaulinastories.blogspot.co.id/2014/10/pelanggaran-etika-bisnis-di-perusahaan.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

https://www.academia.edu/10027898/KASUS_Kasus_Penarikan_Produk_Obat_Anti-Nyamuk_HIT

Jumat, 26 Juni 2015

GRAMMAR STRUCTURE OF TOEFL


Grammar Structure of TOEFL

1. Passive Voice

Kalimat pasif jelas berbeda dengan kalimat aktif. Kegunaannya pun berbeda dalam bahasa Inggris. Dalam kalimat aktif, subjek lah yang melakukan pekerjaan, sedangkan dalam kalimat pasif, objek lah yang melakukan pekerjaan.

Perubahan kalimat dari aktif menjadi kalimat pasif dapat dilihat sebagai berikut:



Aktif : Hendry often helps my mother.
Pasif : My mother is often helped by Hendry.


Aktif : I sent this letter three days ago.
Pasif : This letter was sent by me three days ago.


Kalimat pasif digunakan jika kita ingin memfokuskan kejadiannya, bukan siapa ataupun apa yang melakukannya.
Contoh :
      The city was destroyed during the World War II.
      (Kota itu hancur selama Perang Dunia II.)

Kalimat pasif juga digunakan jika kita ingin menghindari suatu objek yang semu seperti somebody/someone.
Contoh :
     The letter has to be sent today.
     (Suratnya harus dikirim hari ini.)

Dalam passive voice kita juga dapat menggunakan “by” jika kita ingin mengatakan siapa atau apa yang melakukan suatu kejadian.
Contoh :
     The fence was broken last week. => tidak diketahui siapa/apa pelakunya.
     The fence was broken by the storm last week. => menjadi diketahui.



   2.Adjective
Adjective merupakan kata sifat yang digunakan untuk menerangkan kata benda.Adjective dapat digunakan di depan benda countable ataupun uncountable.
Contoh :
expensive bag => tas mahal
new Friend => teman baru

Berikut adalah jenis-jenis adjective :
- Qualitative adj : menerangkan bentuk/kejadian suatu benda.

                          (big, small, tall, etc.)

- Distributive adj : bersifat distributive
                           (every, either, each, etc.)


- Possessive adj : menunjukan kepunyaan.
                          (his, her, my, etc.)

- Demonstrative adj : untuk menunjuk suatu benda.
                                (that, this, those, etc.)

- Interrogative adj : untuk menanyakan suatu benda.
                              (which, what, whose)

- Quantitative adj : menerangkan jumlah benda.
                            (many, some, much, etc.)

- Colour adj : menerangkan warna benda.
                    (red, green, yellow, etc.)



Ada juga jenis adjective yang berikutnya, yaitu compound adjective.
Compound Adjective yaitu kata bilangan yang dapat digabungkan dengan kata benda dalam bentuk singular.

Contoh :

a. Age (usia)
    A fifty years old woman. => salah
    A fifty year old woman.  => benar

b. Volume (isi)
    He has just bought a ten litres car. => salah
    He has just bought a ten litre car.  => benar

c. Length (panjang)
    Fifteen metre house. (not metres)

d. Price (harga)
    Sixty dollar camera. (not dollars)

e. Weight (bobot)
    Ten kilo package. (not kilos)

f. Are (bidang)
   Twenty acre farm. (not acres)

g. Time (waktu)
    Two hour meeting. (not hours)


3. Comparison Degree

Adalah tingkat-tingkat perbandingan yang terdiri dari jenis-jenis berikut :


1. Positive degree
Menunjukan kesamaan mutu, banyaknya, tingkatan, derajat, antara suatu benda dengan benda lainnya.
Contoh :
             The girl is as old as my mother.
             I am as tall as my sister.

2. Comparative degree
Digunakan jika kita ingin menunjukan secara jelas bahwa terdapat ketidaksamaan perbandingan antara benda yang satu dengan benda lainnya.
Contoh :
            I’m shorter than my brother.
            My bag is more expensive than her.


Aturan dalam comparative degree ini adalah jika kata sifat kurang atau sama 2 suku kata, maka untuk perbandingannya kita menambahkan “er” pada kata sifat tersebut. Tetapi jika kata sifat yang kita gunakan untuk membandingkan adalah lebih dari 2 suku kata, maka kita tambahkan “more” di depan kata sifat tersebut.

3. Superlative degree
Digunakan untuk membandingkan seseorang atau beda yang melebihi orang-orang atau benda-benda lainnya. (paling)
Contoh :
            Dave is the tallest in the class.
            Ellie is the most diligent student.


Aturan dalam superlative degree ini mirip seperti comparative degree. Jika kata yang kita gunakan untuk membandingkan kurang atau sama dengan 2 suku kata, maka kita tambahkan “est” pada kata tersebut. Sedangkan jika lebih dari 2 suku kata maka kita tambahkan “most” di depan kata tersebut.

4. Adjective Clause
Merupakan anak kalimat yang berfungsi sebagai modifier atau menggantikan kedudukan dari adjective dalam kalimat majemuk.
Contoh :
        1. The boy who studies in Gunadarma University is Doni.
        2. The man whom you met yesterday is my father.
        3. The girl whose dress is white is my sister.

Who, whom, whose, kemudian ada juga which, dan that merupakanrelative clauses yang fungsinya adalah melengkapi adjective clause.

Masing-masing relative clauses digunakan sebagai berikut :
Who    : digunakan berhubungan dengan subjek (orang)
Whom : digunakan berhubungan dengan objek (orang)
Which : digunakan berhubungan dengan subjek atau objek (benda)
That : digunakan berhubungan dengan subjek atau objek (benda/orang)
Whose : digunakan berhubungan dengan kata ganti milik.



5. The Zero Article
Merupakan kata sandang yang kadang-kadang tidak digunakan dalam bahasa Inggris.
Kata sandang tidak digunakan di depan kata benda plural jika yang dimaksud adalah sesuatu yang bersifat umum.
Contoh :

     a. People : Doctors are paid better than teacher.
     b. Animals : Cats don’t like cold weather.
     c. Food : Carrots are good for eyes.
     d. Places : Museums are closed on Monday.

Kata sandang tidak digunakan di depan kata benda yang tidak dapat dihitung.
Contoh :

     a. Food : Butter is made from milk.
     b. Colours : White is my favorite colour.
     c. Languages : English is spoken all over the world.

“THE” tidak digunakan di depan nama benua, negara, kota, degara bagian dan provinsi.
Contoh :

     a. Sweden is in Europe.
     b. Jakarta is the capital of Indonesia.

“THE” juga tidak digunakan di depan mata pelajaran.
     a. My brother is taking economics.
     b. Mathematics is a difficult subject for me.

“THE” tidak digunakan di depan nama bahasa.
     a. I study English on Monday.

“THE” tidak digunakan di depan nama permainan.
     a. Jack plays basketball.
     b. Poker is a card game.

“THE” tidak digunakan di depan nama makanan.
     a. Your breakfast is already serve.
     b. Let’s have lunch together.


sumber : 
http://books.google.co.id
http://trivenaellenlie.blogspot.com/2012/04/grammar-structure-of-toefl.html

Sabtu, 09 Mei 2015

Listening Skill

Improving Your Listening Skills

  1. Use the resources in your community to practice listening to English.
    • Visit places in your community where you can hear English spoken.
      • Go to an English school, an embassy or an English-speaking Chamber of Commerce.
      • Go to a museum and take an audio tour in English.
      • Follow a guided tour in English of your city.
      • Call or visit a hotel where tourists stay and get information in English about room rates, hotel availability or hotel facilities.
      • Call and listen to information recorded in English, such as a movie schedule, a weather report or information about an airplane flight.
    • Watch or listen to programs recorded in English.
      • Watch television programs.
        • CNN, the Discovery Channel or National Geographic
        • Watch movies, soap operas or situation comedies
      • Rent videos or go to a movie in English.
      • Listen to a book on tape in English.
      • Listen to music in English and then check your accuracy by finding the lyrics on the Internet (e.g., www.lyrics.com).
    • Go to Internet sites to practice listening.
      • National Public Radio (www.npr.org)
      • CBS News (www.cbsnews.com)
      • Randall's Cyber Listening Lab (www.esl-lab.com)
      • BBC World Service.com Learning English (www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish)
    • Get CDs with full-length lectures. Full-length lectures/presentations are available from UC Berkeley.
    • Practice speaking English with others.
      • Look for a conversation partner and exchange language lessons with an English speaker who wants to learn your language.
  2. Begin to prepare for academic situations.
    • Visit academic classes, cultural centers, or museums where people are invited to talk in English about their work.
      • Before you listen to a lecture in English, read assigned chapters or background information on academic topics.
      • Visit lectures on a wide variety of topics.
    • Record lectures or presentations and replay them several times.
      • Listen to different types of talks on various topics, including subjects in which you have limited or little background.
      • Listen to short sections several times until you understand the main points and the flow of ideas.
      • Stop the recording in the middle and predict what will come next.
      • Practice listening to longer lectures.
    • Become familiar with the organization or structure of lectures.
      • Pay attention to the structure.
        • lecture or presentation — introduction, body, and conclusion
        • narrative story — beginning, middle, and end
      • Learn to recognize different styles of organization.
        • theory and evidence
        • cause and effect
        • steps of a process
        • comparison of two things
    • Think carefully about the purpose of a lecture.
      • Try to answer the question, "What is the professor trying to accomplish in this lecture?"
      • Write down only the information that you hear. Be careful not to interpret information based on your personal understanding or knowledge of the topic.
        • Answer questions based on what was actually discussed in the talk
    • Develop a note-taking strategy to help you organize information into a hierarchy of main points and supporting details.
      • Make sure your notes follow the organization of the lecture.
      • Listen for related ideas and relationships within a lecture and make sure you summarize similar information together.
      • Use your notes to write a summary.
  3. Listen for signals that will help you understand the organization of a talk, connections between ideas, and the importance of ideas.
    • Listen for expressions and vocabulary that tell you the type of information being given.
      • Think carefully about the type of information that these phrases show.
        • opinion (I think, It appears that, It is thought that)
        • theory (In theory)
        • inference (therefore, then)
        • negatives (not, words that begin with "un," "non," "dis," "a")
        • fillers (non-essential information) (uh, er, um)
      • Identify digressions (discussion of a different topic from the main topic) or jokes that are not important to the main lecture [It’s okay not to understand these!]
    • Listen for signal words and phrases that connect ideas in order to recognize the relationship between ideas.
      • Think carefully about the connection between ideas that these words show.
        • reasons (because, since)
        • results (as a result, so, therefore, thus, consequently)
        • examples (for example, such as)
        • comparisons (in contrast, than)
        • an opposing idea (on the other hand, however)
        • another idea (furthermore, moreover, besides)
        • a similar idea (similarly, likewise)
        • restatements of information (in other words, that is)
        • conclusions (in conclusion, in summary)
    • Pay attention to intonation and other ways that speakers indicate that information is important.
      • Listen for emotions expressed through changes in intonation or stress.
        • Facial expressions or word choices can indicate excitement, anger, happiness, frustration, etc.
      • Listen how native speakers divide long sentences into "thought groups" to make them easier to understand. (A thought group is a spoken phrase or short sentence. Thought groups are separated by short pauses.)
        • Listen to sets of thought groups to make sure you get the whole idea of the talk
      • Listen for important key words and phrases which are often ...
        • repeated
        • paraphrased (repeated information but using different words)
        • said louder and clearer
        • stressed
      • Listen for pauses between important points.
        • In a lecture, pay attention to words that are written on the board.
Reference :  https://www.ets.org/toefl/ibt/scores/improve/advice_listening_high


Rabu, 06 Mei 2015

LAPORAN AUDIT - PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2 (3eb09)






LAPORAN AUDIT MANUFAKTUR
PADA PT XYZ

Pemeriksaan Akuntansi 2




 


DISUSUN OLEH :

 GITA KARINA P.I.S (23212182)
IMAS MAYAWATTI (23212653)

3EB09


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA

2015



Kepada
Yth, Bapak Simorangkir
Di Cikarang

         Kami telah melakukan audit atas Operasi dan Produksi pada PT.XYZ. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang kegiatan Operasi dan Produksi yang terjadi dalam perusahaan. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai tepat jumlah, tepat mutu, tepat hasil produksi, dan biaya yang rendah. Audit atas Operasi dan Produksi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan saran perbaikan atas kekurangan kegiatan operasi dan produksi perusahaan agar dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
        Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab I               : Informasi Latar Belakang
Bab II              : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III             : Rekomendasi
Bab IV             : Ruang Lingkup Audit

     Dalam melakukan audit kami telah memperoleh banyak bantuan,dukungan, dan kerjasama dari berbagai pihak yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik ini.



BAB I
Informasi Latar Belakang


PT. XYZ berlokasi di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. PT XYZ merupakan perusahaan injection Plastik bergerak dibidang manufaktur elektrik dan elektronik dengan produksi cashing TV merk A dan beberapa spare part otomotive
Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
  1. Direktur Utama           : N.J.S
  2. Manager Logistic         : K.S.J
  3. General Manager         : H.J.R

Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk :
  1. Menilai apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar).
  2. Menilai apakah strategi serta rencana produksi dan operasi sudah secara cermat menghubungkan santara kebutuhan untuk memuaskan pelanggan dengan ketersediaan sumber daya serta fasilitas yang dimiliki perusahaan.
  3. Menilai apakah strategi, rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan kelemahan-kelemahan internal, ancaman lingkungan eksternal serta peluang yang dimiliki perusahaan.
  4. Menilai apakah proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efisien.
  5. Menilai apakah penempatan fasilias produksi dan operasi telah mendukung berjalannya proses secara ekonomis, efektif, dan efisien.
  6. Menilai apakah pemeliharaan dan perbaikan fasilitas produksi dan operasi telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam mendukung dihasilkannya produk yang sesuai dengan kualitas, kuantitas dan waktu yang telah ditetapkan.
  7. Menilai apakah setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan serta aturan yang telah ditetapkan perusahaan.



BAB II
Kesimpulan Audit

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Kondisi :

  1. Didalam jadwal induk produksi dan penilaian penggunaan kapasitas produksi terdapat beberapa kelemahan, diantaranya: 
  2. Jadwal produksi induk tidak disusun berdasarkan penggunaan kapasitas produksi optimal. 
  3. Seluruh kapasitas yang dimiliki tidak terserap dalam rencana produksi yang telah ditetapkan.
  4. Perusahaan tidak memberikan penghargaan kepada karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dari yang ditetapkan perusahaan, tetapi penghargaan diberikan hanya kepada karyawan yang absensinya sangat baik.
  5. Kebijakan kualitas secara tertulis tidak merinci tugas-tugas penting bagian pengendalian kualitas dan setiap karyawan tidak dilengkapi salinan kebijakan tersebut dalam aktivitasnya.

Kriteria:
  1. Jadwal produksi induk harus disusun berdasarkan penggunaan kapasitas produksi optimal.
  2. Jadwal produksi harus mampu meminimumkan :

  • Biaya persediaan
  • Biaya penyetelan (set up) mesin,
  • Kerja lembur (over time).
  • Waktu sumber daya menganggur (idle time resources), dan
  • Penentuan tingkat persediaan yang optimal.
3. Pemberdayaan dan pelibatan karyawan dalam keberhasilan perusahaan dapat menimbulkan tantangan tersendiri pada karyawan dan mendorong mereka untuk bertanggung jawab dan berprestasi. Penghargaan yang diberikan kepada karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dari yang ditetapkan sangat penting dalam menunjang majunya sebuah perusahaan.

4. Kebijakan kualitas secara tertulis harus merinci tugas-tugas penting bagian pengendalian kualitas dan setiap karyawan harus dilengkapi salinan kebijakan tersebut dalam aktivitasnya, agar setiap karyawan mampu memahami tugas penting masing-masing guna mencapai tujuan perusahaan seperti yang telah ditetapkan.
Penyebab:
  1. Jadwal produksi induk tidak disusun berdasarkan penggunaan kapasitas produksi optimal melainkan sesuai permintaan customer saja.
  2. Perusahaan tidak memberikan penghargaan kepada karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dari yang ditetapkan perusahaan.
  1. Kebijakan kualitas secara tertulis yang dimiliki perusahaan tidak merinci tugas-tugas penting bagian pengendalian kualitas.

Akibat:
  1. Seluruh kapasitas yang dimiliki tidak terserap dalam rencana produksi yang telah ditetapkan. Pada bulan tertentu bisa terserap 100%, tetapi bulan lain hanya 70%. Proses produksi tidak memenuhi target produksi sesuai dengan jadwal produksi yang telah ditetapkan.
  2. Penghargaan yang hanya diberikan kepada karyawan yang absensinya sangat baik akan mengakibatkan sebagian besar karyawan hanya akan mementingkan absensi individual tanpa mengedepankan kepentingan perusahaan dalam memenuhi tuntutan pasar. Sedangkan karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi akan menurun semangatnya karena tidak adanya apresiasi atau penghargaan yang diberikan kepada mereka.
  3. Karyawan kurang memahami serta menerapkan kebijakan tersebut dalam aktivitasnya menghasilkan kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.



BAB III
Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
  1. Kelemahan yang terjadi didalam jadwal induk produksi dan penilaian penggunaan kapasitas produksi yaitu jadwal produksi induk tidak disusun berdasarkan penggunaan kapasitas produksi optimal dan seluruh kapasitas yang dimiliki tidak terserap dalam rencana produksi yang telah ditetapkan
  2. Kelemahan yang terjadi dalam produktivitas dan nilai tambah yaitu perusahaan tidak memberikan penghargaan kepada karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dari yang ditetapkan perusahaan.
  3. Kelemahan yang terjadi didalam Pengendalian kualitas yaitu kebijakan kualitas secara tertulis tidak merinci tugas-tugas penting bagian pengendalian kualitas dan setiap karyawan tidak dilengkapi salinan kebijakan tersebut dalam aktivitasnya.

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi:
  1. Perusahaan harus menentukan rencana produksi yang lebih baik dan berdasarkan kapasitas produksi optimal sehingga diharapkan seluruh kapasitas yang dimiliki dapat terserap dalam rencana produksi yang telah ditetapkan.
  2. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada karyawan yang absensinya sangat baik, tetapi juga harus diberikan kepada karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dari yang ditetapkan perusahaan sehingga karyawan akan lebih termotivasi dan loyal dalam bekerja pada perusahaan.
  3. Kebijakan kualitas secara tertulis yang dimiliki perusahaan harus merinci tugas-tugas penting bagian pengendalian kualitas, agar setiap karyawan mengerti tugas masing-masing, memiliki kemampuan dan kemauan dalam memahami serta menerapkan kebijakan tersebut dalam aktivitasnya menghasilkan kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pengendalian kualitas tidak cukup dipahami sebagai pengendalian proses produksi yang hanya membebankan tanggung jawab kualitas produk kepada unit kendali kualitas. Dihasilkannya produk yang mampu memenuhi spesifikasi pelanggan sesungguhnya adalah tanggung jawab bersama setiap komponen yang terlibat didalam perusahaan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus dilengkapi salinan kebijakan tersebut dalam aktivitasnya agar tujuan perusahaan dapat dicapai dengan seksama.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada kegiatan produksi

  
BAB IV
Ruang Lingkup Audit


Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah kegiatan produksi dan operasi. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen proses produksi, personalia yang bertugas dalam proses produksi, dan aktivitas proses produksi yang dilaksanakan.





Sabtu, 04 April 2015

ARTICLE




Direct speech:
One of the militants points across the sea at the heart of Europe and says: "We will conquer Rome, by the will of Allah."

Indirect spech:
One of the militants points across the sea at the heart of Europe and says that they will conquer Rome, by the will of Allah.


Reference: