logo gundar

logo gundar

Senin, 15 April 2013

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) - Part 2



Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 
( APBN )



D. PERKIRAAN PENGELUARAN NEGARA 


Secara garis besar, ppengeluaran negara dikelompokan menjadi 2 yakni : 

  •  Pengeluaran Rutin 

Pengeluaran rutin negara, adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu adalah dan telah terencana sebelumnya secara rutin, diantaranya : 

  1. Pengeluaran untuk belanja pegawai 
  2. Pengeluaran untuk belanja barang 
  3. Pengeluaran subsidi daerah otonom 
  4. Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang 
  5. Pengeluaran lainnya 

  • Pengeluaran pembangunan 

Secara garis besar, yang termasuk dalam pengeluaran pembangunan diantaranya adalah : 

  1. Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen / lembaga negara, diantaranya untuk membiayai proyek – proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab masing – masing departemen / negara bersangkutan. 
  2. Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah (Dati I dan II) 
  3. Pengeluaran pembangunan lainnya. 



E. DASAR PERHITUNGAN PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA 


Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan negara, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Hal – hal tersebut adalah : 

1. Penerimaan Dalam Negeri Dari Migas 

Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah : 

• Produksi minyak rata-rata perhari 

• Harga rata-rata ekspor minyak mentah 



2. Penerimaan Dalam Negeri Diluar Migas 

Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah : 

• Pajak penghasilan 

• Pajak pertambahan nilai 

• Bea masuk 

• Cukai 

• Pajak ekspor 

• Pajak bumi dan banguan 

• Bea materai 

• Pajak lainnya 

• Penerimaan bukan pajak 

• Penerimaan dari hasil penjualan BBM 



3. Penerimaan Pembangunan 

Terdiri dari penerimaan bantuan program dan bantuan proyek 



KESIMPULAN: 

Dengan adanya APBN maka negara bisa lebih memperoleh kemudahan dalam mengatur sistem pemerintahan guna memeratakan kesejahteraan yang menjadi salah satu tujuan dari APBN itu sendiri. 

APBN mempunyai fungsi utama yang dijalankan antara lain: 

a. Fungsi alokasi 

Melalui APBN, kegiatan ekonomi pemerintah diarahkan untuk menambah atau mengurangi alokasi sumber-sumber ekonomi. Dengan demikian, berbagai macam barang kebutuhan umum (public goods) dan jasa pelayanan umum (public service) dapat terpenuhi. 

b. Fungsi distribusi 

Penduduk indonesia tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bahkan, sebagian besar penduduk indonesia tinggal di daerah dan pulau-pulau terpencil. Mereka semua berhak memperoleh pendapatan dan fasilitas yang sama dengan penduduk yang tinggal di kota besar. Disnilah APBN menjalankan fungsi distribusi, meliputi pemerataan pendapatan dan pembangunan diseluruh wilayah nusantara. 

c. Fungsi stabilisasi 

Fungsi stabilisasi meliputi upaya menciptakan stabilitas pertahanan dan keamanan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan (moneter). 







Sumber: 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar