logo gundar

logo gundar

Senin, 15 April 2013

KEMISKINAN



Kemiskinan 


Kemiskinan adalah Keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan Kemiskinan merupakan akibat dari terjadinya ketimpangan atau ketidak sama rataan dalam pendistribusian pendapatan masyarakat sehingga ada yang berpenghasilan Tinggi dan kebutuhannya tercukupi dan yang berpenghasilan rendah yang kebutuhannya tidak tercukupi ataupun pas-pasan. 


Pengertian kemiskinan disampaikan oleh beberapa ahli atau lembaga, diantaranya adalah 
  • BAPPENAS (1993) mendefisnisikan keimiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh si miskin, melainkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. 
  • Levitan (1980) mengemukakan kemiskinan adalah kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak. 
  • Faturchman dan Marcelinus Molo (1994) mendefenisikan bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dan atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. 
  • Ellis (1994) kemiskinan merupakan gejala multidimensional yang dapat ditelaah dari dimensi ekonomi, sosial politik. 
  • Suparlan (1993) kemiskinan didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. 
  • Reitsma dan Kleinpenning (1994) mendefisnisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non material. 
  • Friedman (1979) mengemukakan kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan basis kekuasaan sosial, yang meliptui : asset (tanah, perumahan, peralatan, kesehatan), sumber keuangan (pendapatan dan kredit yang memadai), organisiasi sosial politik yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan yang memadai, dan informasi yang berguna. 
  • Dengan beberapa pengertian tersebut dapat diambil satu poengertian bahwa kemiskinan adalah suatu situasi baik yang merupakan proses maupun akibat dari adanya ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungannya untuk kebutuhan hidupnya. 

Di Indonesia Kemiskinan merupakan salah satu masalah pokok yang harus diatasi. Di Indonesia jumlah masyarakat yang pendapatannya dibawah garis kemiskinan lebih banyak dari pada masyarakat berpendapatan tinggi. Hal inilah yang harus diperbaiki agar perekonomian dapat berkembang dan maju. 



  •  Penyebab Kemiskinan 

Kemiskinan dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: 

  1. Kemajuan ekonomi dan Pertumbuhan ekonomi yang masih rendah. 
  2. Kebijakan dalam negeri yang dipengaruhi kebijakan Internasional. 
  3. Penyebab Individual, Orang tersebut miskin karena tidak punya keahlian atau malas, Faktor penyebabnya intern masing-masing individu. 
  4. Penyebab Keluarga, Keluarga yang miskin sehingga tidak mampu memberikan pendidikan. 
  5. Penyebab Sub-Budaya (Subcultural) yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari. 
  6. Penyebab Agensi, Miskin disebabkan faktor lain atau akibat perbuatan orang lain, Contohnya Pemerintah, Perang. 
  7. Penyebab Struktural, Kemiskinan merupakan hasil dari Struktur sosial misalnya kasta di Bali. 



  • · Kategori kemiskinan 

1. Kemiskinan Absolut: 

Konsep kemiskinan absolut berkaitan dengan pendapatan dan kebutuhan pokok/dasar (basic need) tidak terpengaruh pada waktu dan tempat / negara. Kemiskinan digolongkan kedalam dua bagian yaitu: 

  •  Kemiskinan untuk memenuhi kebutuhan dasar. 
  •  Kemiskinan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. 

2. Kemiskinan Relatif: 

Konsep kemiskinan relatif adalah semakin besar ketimpangan antara tingkat hidup orang kaya dan miskin maka semakin besar jumlah penduduk yang selalu miskin (Kincaid, 1975). 
  •  Konsep dalam mengurangi kemiskinan 

1. Pembangunan sektor pertanian 

Pertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi besar atas pendapatan masyarakat pedesaan. Dengan meningkatkan sektor pertanian maka pendapatan akan meningkat dan mengurangi kemiskinan. Cara peningkatan Sektor pertanian adalah meningkatkan Infrastruktur dan Teknologi pertanian. 

2. Pembangunan sumber daya manusia 

Dengan peningkatan Kinerja SDM maka hasil yang diperoleh akan lebih besar dan akan berefek terhapap pengurangan kemiskinan. Sumber daya manusia merupakan salah satu bahan dalam menghasilakn pendapatan, yaitu orang yang memproduksi atau mengahsilakan sesuatu. Sumber Daya Manusia harus diberikan Subsisdi pendidikan, Asupan Gizi dan kesehatan oleh pemerintan untuk meningkatkan kinerja mereka. 

3. Peran LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) 

LSM dapat membuat rancangan dan program pemberantas kemiskinan karena LSM merupakan lembaga yang dekat dengan masyarakat. 



  • · Upaya dalam menghilangkan kemiskinan 

  1. Memberikan bantuan kemiskinan secara langsung kepada oarang miskin. 
  2. Bantuan terhadap keadaan Individu. Kebijakan Untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, Misalnya bantuan Pendidikan, Pembekalan keterampilan, kerja sosial, Dll. 
  3. Persiapan bagi yang lemah. Memeberikan bantuan secara langsung kepada orang yang miskin secara alami, misalnya orang cacat fisik atau mental diberikan bantuan obat atau perawatan kesehatan. 


  •  Garis Kemiskinan 

Garis kemiskinan merupakan patokan terpenting untuk mengukur tingkat kemiskinan suatu negara. Dengan garis kemiskinan dapat dibuat kebijaksanaan untuk mengatasi masalah kemiskinan dan perkiraan tentang kemiskinana terkait dengan tolok ukur garis kemiskinan tsb. Perkiraan tentang garis kemiskinan dengan beberapa pendekatan, misalnya kebutuhan minimum, atau kebutuhan dasar. Perkiraan , garis kemiskinan di Indonesia telah banyak dilakukan oleh para ahli seperti Esmara, Sayogya, Booth dsb. Dalam konsep kemiskinan mutlak. 

Garis kemiskinan merupakan pembatas antara keadaan miskin dan tidak miskin. Sedangkan dalam konsep kemiskinan relatif, pendapatan yang sudah di atas garis kemiskinan ,namun masih jauh lebih rendah kondisinya dibandingkan keadaan masyarakat sekitar, maka orang atau keluarga tersebut masih berada dalam keadaan miskin. 



  • Tingkat Kemiskinan 

Pada dasarnya terdapat dua pendekatan di dalam mengukur tingkat kemiskinan yaitu: 

1. Head-count measure (Ukuran Jumlah Orang), yaitu memperkirakan jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan. 

K = q/n . 100 



Ket: 

K = tingkat kemiskinan 

q = jumlah penduduk miskin atau berada dibawah garis kemiskinan 

n = jumlah penduduk 



2. Poverty gap, yaitu memperhitungkan jumlah dana yang diperlukan untuk mengatasi masalah kemiskinan. 



PG = GK – Yp 



Ket : 

PG = kesenjangan kemiskinan 

GK = garis kemiskinan 

Yp = pendapatan penduduk miskin 



3. Bila kesenjangan kemiskinan diukur secara relatif , dapat diperoleh dengan cara : 



%PG = PG/ Vt . 100% 



Ket: 

%PG = kesenjangn kemiskinan relatif 

Vt = variabel tertentu secara per kapita, seperti PDB, bantuan luar negeri, pendapatan penduduk miskin, jumlah pengeluaran pemerintah, dsb. 





KESIMPULAN: 

Pertambahan jumlah penduduk cenderung berdampak negatif terhadap penduduk miskin, terutama bagi mereka yang sangat miskin. Sebagian besar keluarga miskin memiliki jumlah anggota keluarga yang banyak sehingga kondisi perekonomian mereka berada di garis kemiskinan semakin memburuk seiring dengan memburuknya ketimpangan pendapatan atau kesejahteraan. 

Penyebab dari kemiskinan adalah adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang selanjutnya akan menimbulkan distribusi pendapatan yang timpang. 

Sumber: 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar